Hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 diawali dengan pembiasaan karakter yang penuh kehangatan dan nilai-nilai kesantunan. Kegiatan dimulai menyambut kedatangan para siswa melalui penuangan Gerakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) oleh para guru di gerbang sekolah, menciptakan atmosfer yang ramah, aman, dan inklusif sejak langkah pertama mereka memasuki lingkungan belajar. Setelah memastikan kehadiran seluruh peserta didik melalui proses presensi, acara dilanjutkan dengan tadarus bersama untuk menumbuhkan ketenangan spiritual dan kesiapan mental para siswa sebelum menjalani rangkaian aktivitas harian. Usai kegiatan keagamaan, pendamping dan tim pendidik melakukan identifikasi awal kondisi sosial-emosional serta konsentrasi belajar murid guna memahami kesiapan psikologis, tingkat fokus, dan dinamika emosi tiap siswa baru agar proses pendampingan ke depan dapat berjalan lebih personal dan humanis.
Memasuki pertengahan hari, alur kegiatan difokuskan pada pemetaan kemampuan akademis serta pemahaman potensi individu secara komprehensif tanpa menciptakan rasa tertekan. Para peserta didik mengikuti serangkaian pemetaan diagnostik yang meliputi asesmen literasi untuk mengukur kemampuan membaca, memahami, serta menganalisis informasi, dilanjutkan dengan asesmen numerasi guna melihat sejauh mana ketajaman logika dan pemahaman konsep matematika dasar mereka. Tidak berhenti pada ranah akademis semata, kegiatan ini dipadukan dengan proses identifikasi minat dan bakat peserta didik. Melalui berbagai instrumen penelusuran yang interaktif, para siswa didorong untuk mengenali potensi unik, kegemaran khusus, serta bakat non-akademis yang mereka miliki agar sekolah dapat memfasilitasi dan mengembangkannya secara optimal selama masa studi.
Rangkaian agenda hari ketiga ditutup dengan sesi pembekalan krusial mengenai kesiapan menghadapi tantangan zaman dan perlindungan diri dari bahaya lingkungan. Para siswa dibekali materi literasi digital agar mereka mampu memanfaatkan teknologi, media sosial, dan platform informasi secara cerdas, kritis, bijak, serta bertanggung jawab. Sebagai penguat benteng moral dan kesehatan peserta didik, acara diakhiri dengan edukasi mengenai pencegahan isu NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya). Melalui penjelasannya yang informatif dan komunikatif, para siswa ditanamkan kesadaran tinggi akan bahaya zat adiktif, pentingnya menjaga pola hidup sehat, serta keberanian untuk menolak pengaruh negatif lingkungan. Seluruh rangkaian hari ketiga ini pun berhasil memadukan penguatan karakter, pemetaan potensi diri, dan pembekalan benteng keselamatan bagi seluruh murid baru.





